Makanan jalanan Italia adalah cara paling cepat merasakan cita rasa lokal tanpa harus duduk di restoran. Di banyak kota, camilan seperti arancini, panzerotti, atau gelato dijual di kedai kecil yang sudah puluhan tahun beroperasi. Daftar berikut merangkum tujuh pilihan yang layak kamu buru, lengkap dengan ciri khas dan tips mencarinya.
1. Arancini: Bola Nasi Isi yang Renyah
Arancini berasal dari Sisilia. Bentuknya bola nasi yang diisi ragù, keju, atau kacang polong, lalu digoreng hingga permukaannya renyah. Di Palermo, kamu bisa menemukannya di kedai pinggir jalan dengan harga sekitar dua euro per butir. Rasanya gurih dan mengenyangkan, cocok untuk sarapan atau camilan sore.
Untuk mendapatkan yang masih hangat, cari kedai yang menggoreng arancini di depan pelanggan. Di kota kecil, warung sederhana sering menyajikan versi rumahan yang tidak kalah lezat. Beberapa kedai juga menjual arancini dengan isian berbeda, jadi jangan ragu bertanya.
2. Panzerotti: Lipatan Adonan Isi Keju
Panzerotti mirip calzone, tapi digoreng, bukan dipanggang. Adonan diisi mozzarella dan tomat, lalu dilipat dan digoreng sampai keemasan. Di Milan, panzerotti dijual di toko kecil yang antreannya mengular pada jam makan siang. Teksturnya renyah di luar, lumer di dalam.
Pilih panzerotti yang baru diangkat dari penggorengan agar keju masih meleleh. Jika tidak suka digoreng, beberapa tempat menyediakan versi panggang. Harganya berkisar tiga sampai lima euro, tergantung isian.
3. Supplì: Kroket Nasi dengan Jantung Mozzarella
Supplì adalah camilan khas Roma. Bentuknya lonjong seperti kroket, terbuat dari nasi yang dicampur saus tomat dan daging, dengan mozzarella di tengahnya. Saat digoreng, keju meleleh dan menciptakan efek al telefono, yaitu keju yang meregang seperti kabel telepon saat digigit.
Kamu bisa menemukan supplì di pizzarium atau toko roti di Trastevere. Makan selagi panas, karena keju akan mengeras jika sudah dingin. Satu supplì cukup untuk camilan satu orang, tapi banyak orang memesan dua.
4. Focaccia: Roti Datar dengan Minyak Zaitun
Focaccia adalah roti pipih yang diberi minyak zaitun dan garam, terkadang ditambah rosemary atau tomat ceri. Di Liguria, khususnya Genoa, focaccia dijual di toko roti dengan tekstur empuk dan bagian bawah yang renyah. Potongannya lebar, cocok untuk sarapan ringan atau bekal jalan kaki.
Beberapa toko menjual focaccia dengan isian keju atau sayuran. Jika ingin versi klasik, cari yang permukaannya berminyak dan berwarna keemasan. Harganya murah, sekitar satu hingga tiga euro per potong. Untuk variasi lain, kamu bisa mencicipi makanan khas Italia yang lebih lengkap.
5. Gelato: Es Krim Italia yang Padat
Gelato berbeda dari es krim biasa karena kandungan lemaknya lebih rendah dan udaranya sedikit, sehingga teksturnya padat. Di Florence, banyak gelateria yang membuat gelato segar setiap hari. Rasa klasik seperti pistachio, stracciatella, dan lemon selalu tersedia.
Pilih gelateria yang menyimpan es dalam wadah logam tertutup, bukan yang menggunung di etalase terbuka. Itu tanda gelato masih segar dan tidak terpapar udara. Satu cono kecil biasanya cukup untuk dua rasa. Jangan ragu mencoba rasa lokal seperti ricotta e fichi.
6. Porchetta: Daging Babi Panggang dengan Rempah
Porchetta adalah daging babi utuh yang dibumbui rosemary, bawang putih, dan lada, lalu dipanggang perlahan. Irisannya disajikan dalam roti atau sendirian. Di Lazio, terutama di kota Ariccia, porchetta dijual di kios pinggir jalan sejak pagi.
Tekstur dagingnya lembut dengan kulit yang renyah. Minta potongan yang agak berlemak agar tidak kering. Porchetta sering disantap sebagai panino dengan roti keras. Harganya bervariasi, tapi biasanya sekitar lima euro per porsi.
7. Olive Ascolane: Bola Daging Isi Zaitun
Olive ascolane berasal dari Ascoli Piceno, Marche. Zaitun hijau besar diisi daging cincang berbumbu, lalu dilapisi tepung roti dan digoreng. Rasanya asin, gurih, dan sedikit renyah. Camilan ini sering muncul di pasar atau kedai gorengan.
Karena ukurannya kecil, biasanya dijual per ons atau per paket. Cocok dimakan sambil berjalan atau sebagai pendamping minuman. Jika kamu mengunjungi pasar pagi, cari penjual yang menggorengnya di tempat.
Tips Mencari Makanan Jalanan Italia
- Pilih kedai yang ramai oleh penduduk lokal, bukan hanya turis.
- Perhatikan jam operasional; banyak kedai tutup pada siang hari atau hari Minggu.
- Bawa uang tunai, karena tidak semua tempat menerima kartu.
- Cicipi satu jenis per kedai agar bisa membandingkan rasa.
- Jangan ragu bertanya tentang bahan atau cara makannya.
Jika kamu baru pertama kali ke Italia, baca juga tips praktis wisata Italia untuk pemula agar perjalanan lebih lancar.
Ringkasan
Tujuh makanan jalanan di atas mewakili keragaman kuliner Italia yang bisa dinikmati tanpa mengeluarkan banyak uang. Dari arancini yang mengenyangkan hingga gelato yang menyegarkan, semuanya mudah ditemukan di kota besar maupun kecil. Sisihkan waktu untuk mampir ke kedai lokal dan rasakan langsung cita rasanya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana tempat terbaik mencicipi makanan jalanan Italia?
Setiap kota punya spesialisasinya. Palermo terkenal dengan arancini, Roma dengan supplì, dan Milan dengan panzerotti. Pasar lokal seperti Mercato Centrale di Florence juga menawarkan berbagai pilihan dalam satu tempat.
Apakah makanan jalanan Italia halal?
Sebagian besar makanan jalanan Italia mengandung babi atau alkohol, jadi tidak otomatis halal. Namun, ada pilihan seperti focaccia, gelato, dan olahan sayur yang bisa jadi alternatif. Tanyakan bahan kepada penjual jika kamu memiliki pantangan.
Berapa kisaran harga makanan jalanan di Italia?
Harga bervariasi tergantung kota dan jenis makanan. Umumnya camilan seperti arancini atau supplì dijual sekitar dua hingga empat euro, sementara panino dengan porchetta bisa mencapai lima euro. Gelato satu cono kecil sekitar dua hingga empat euro.
