Pintu masuk terbaik ke Italia bergantung pada kota pertama yang ingin kamu datangi dan seberapa besar toleransimu terhadap transit. Bandara besar seperti Roma Fiumicino dan Milan Malpensa punya koneksi paling luas, sementara bandara kecil dan kereta lintas negara bisa menghemat waktu kalau rute kamu kebetulan cocok.
Tiga cara masuk yang paling sering dipakai wisatawan Indonesia dibandingkan di bawah, lengkap dengan konsekuensi praktisnya.
Mendarat di bandara besar: koneksi luas, antrean lebih panjang
Fiumicino (FCO) dan Malpensa (MXP) adalah dua gerbang utama. FCO terhubung ke pusat Roma lewat kereta Leonardo Express yang berjalan langsung ke Termini, sedangkan MXP punya Malpensa Express ke Cadorna dan Centrale. Keduanya menerima penerbangan antarbenua, termasuk dari Asia dengan satu kali transit.
Pilihan maskapai banyak, harga tiket lebih bersaing, dan kamu bisa langsung memesan kereta cepat ke kota lain dari stasiun di bandara. Prosesnya yang jadi soal. Imigrasi bisa memakan waktu lama pada jam kedatangan yang padat, terutama pagi hari. Bagasi yang telat juga lebih mungkin terjadi karena volume penumpang besar.
Kalau kamu mendarat di sini dan berencana langsung ke kota lain, pahami dulu cara memesan tiket kereta dan validasinya. Panduan cara naik kereta di Italia untuk pemula menjelaskan perbedaan tipe kereta dan aturan validasi tiket kertas.
Bandara kota kecil: dekat, tapi rute terbatas
Bandara seperti Florence Peretola, Pisa Galileo Galilei, dan Venice Marco Polo melayani sebagian besar penerbangan Eropa. Rutenya lebih sedikit untuk penerbangan jarak jauh, jadi kamu kemungkinan tetap perlu transit di kota lain dulu.
Jarak ke pusat kota jauh lebih pendek. Pisa ke Firenze hanya sekitar satu jam dengan kereta regional, dan Marco Polo ke Venezia bisa ditempuh dengan bus atau alih moda air. Florence Peretola berada sangat dekat dengan pusat kota, meski penerbangan antarbenua hampir tidak ada di sana.
Kapan pilihan ini masuk akal
- Kamu sudah berada di Eropa dan terbang dengan maskapai bertarif murah.
- Kota pertama yang dituju adalah Firenze, Pisa, atau Venezia.
- Kamu tidak keberatan membawa koper naik kereta regional sekali atau dua kali.
Untuk kota kecil di luar jalur utama, kadang mendarat di bandara besar lalu naik kereta justru lebih efisien daripada mengejar penerbangan lanjutan. Daftar kota kecil di Italia yang layak disambangi bisa membantu kamu memutuskan kota mana yang layak jadi pangkalan pertama.
Tiba dengan kereta lintas negara
Kalau kamu berkunjung dari Swiss, Prancis, Austria, atau Slovenia, kereta bisa jadi pintu masuk yang paling tenang. Tidak ada pemeriksaan bagasi berjam-jam, dan kamu langsung tiba di tengah kota. Milano Centrale dan Verona Porta Nuova adalah dua simpul yang paling sering dilalui kereta internasional.
Kerugiannya, durasi perjalanan panjang kalau titik awalnya jauh. Kereta juga tidak selalu lebih murah setelah biaya perjalanan menuju kota asal. Kamu juga melewati pengalaman pertama melihat Italia dari udara, yang bagi sebagian orang menjadi bagian dari perjalanan.
Tabel perbandingan singkat
| Pintu masuk | Cocok untuk | Catatan praktis |
|---|---|---|
| Bandara besar (FCO, MXP) | Penerbangan antarbenua, rute pertama ke kota lain | Antrean imigrasi bisa panjang, koneksi kereta cepat tersedia |
| Bandara kota kecil | Rute dalam Eropa, kota pertama Firenze atau Venezia | Rute jarak jauh sangat terbatas |
| Kereta lintas negara | Perjalanan dari negara tetangga | Tiba di pusat kota, durasi perjalanan lebih lama |
Satu variabel yang sering terlewat: waktu tiba. Mendarat di FCO pukul 22.00 membuat pilihan transportasi ke kota menyempit, sementara tiba di Milano Centrale pukul 07.00 membuat kamu bisa langsung sarapan dan berjalan kaki ke Duomo.
Menggabungkan dua pintu masuk dalam satu rute
Banyak wisatawan akhirnya memakai kombinasi. Contoh yang umum: mendarat di Roma, menyelesaikan bagian selatan, lalu terbang dari Napoli atau naik kereta cepat ke utara dan keluar lewat Milan. Rute terbuka seperti ini biasanya lebih murah daripada tiket pulang-pergi ke kota yang sama, asalkan kamu memesan penerbangan sekali jalan secara terpisah.
Konsekuensinya, kamu perlu menghitung ulang waktu transit antarkota dan memastikan tiket kereta cepat dipesan lebih awal untuk rute padat seperti Roma–Firenze–Venezia. Untuk gambaran umum bandara utama beserta karakter masing-masing, ada baiknya membaca perbandingan bandara Italia untuk masuk sebelum mengunci tiket.
Faktor yang menentukan pilihan
- Kota pertama. Kalau tujuanmu Roma atau Milan, mendarat di bandara besar hampir selalu paling efisien. Kalau Firenze, Peretola atau Pisa lebih dekat.
- Jumlah koper. Dua koper besar dan tiga kali ganti kereta adalah kombinasi yang melelahkan. Pertimbangkan satu kali transit saja.
- Jam tiba. Hindari mendarat lewat tengah malam di kota yang transportasinya berhenti lebih awal.
- Anggaran waktu. Perjalanan kereta lintas negara terasa lambat, tetapi menghemat waktu yang biasanya habis di bandara.
Tiket kereta cepat di Italia lebih murah kalau dipesan jauh hari, sementara tiket kereta regional harganya tetap. Rute yang bergantung pada kereta cepat jadi lebih sensitif terhadap waktu pemesanan.
Ringkasan
Untuk sebagian besar wisatawan yang datang dari Indonesia, mendarat di bandara besar lalu berpindah dengan kereta cepat adalah pilihan paling praktis. Bandara kota kecil cocok kalau rute Eropamu sudah jelas, sedangkan kereta lintas negara masuk akal kalau kamu memulai perjalanan dari negara tetangga. Tentukan kota pertama dulu, lalu pilih pintu masuk yang paling sedikit memaksa kamu menyeret koper.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah lebih baik mendarat di Roma atau Milan?
Pilih kota yang lebih dekat dengan tujuan pertamamu. Roma cocok untuk rute ke selatan dan tengah, Milan lebih praktis untuk Danau Como, Turin, dan jalur ke Venesia. Keduanya punya koneksi kereta cepat ke kota lain.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari bandara ke pusat kota?
Tergantung bandara dan modanya. Kereta bandara ke pusat Roma atau Milan biasanya memakan waktu sekitar 30 sampai 50 menit. Bandara yang lebih kecil sering lebih dekat, tetapi jadwal busnya lebih terbatas.
Apakah bisa masuk Italia lewat kereta dari Swiss?
Bisa. Kereta dari Zurich, Jenewa, atau Bern menuju Milan berjalan rutin. Perjalanan ini nyaman untuk membawa bagasi karena kamu tidak melewati proses check-in bandara, tetapi durasinya lebih panjang dibanding terbang.
